Teknik Umum Desainer Grafis

Teknik Umum Desainer Grafis

Halo teman-teman, apakah diantara dari kalian yang ingin menjadi seorang desainer grafis? Nah jika ada kebetulan banget nih, hari ini admin mau kasih tau kalian teknik umum desain grafis untuk menjadi desainer grafis.

Prinsip utama yang wajib menjadi pedoman setiap desainer grafis adalah bahwa setiap desain yang dihasilkan harus bersifat komunikatif, karena kegunaan desain itu sendiri tak lain adalah sebagai sarana komunikasi, seperti yang telah disampaikan di atas. Prinsip-prinsip pendukung lainnya yang juga sebaiknya dipegang teguh oleh para desainer grafis adalah kesederhanaan, keseimbangan, kesatuan, penekanan, irama dan proporsi.

Mengapa kesederhanaan? Tujuan dari desain adalah memudahkan pembaca memahami apa yang disampaikan. Oleh karena itu, kesederhanaan perlu diingat pada saat desainer grafis melakukan pekerjaannya.

Macam – Macam Teknik Desain Grafis

Dunia desain grafis tak kunjung hentinya menunjukan eksistensi didunia maya maupun nyata, untuk tetap memegang eksistensinya desain grafis sangat update dalam hal tehnik maupun softwarenya demi mengikuti perkembanyak jaman.

1. WPAP

Source: Dribbble

WPAP (weda pop art potrait) adalah salah satu tehnik paling populer di indonesia, teknik ini pertama kali dikenalkan oleh bpk weda abdul rasyid pada tahun 1990, dan beliau sekaligus ditunjuk sebagai bapak ilustrator indonesia. Ciri-ciri dalam pembuatan wpap ini bisa diketahui dari cara tracing tidak ada curva (garis lengkung) serta memadukan warna-warna yang dianggap ukuran gelap terangnya sama dengan gambar aslinya.

2. Scrible Art

Source: Redbubble

Dari segi namanya scrible yang artinya tulisan ceker ayam, ya bisa ditebak karya atau desain yang dihasilkan adalah coretan yang hamburadul, meskipun begitu desain yang satu ini justru terlihat indah dengan menunjukan ketidak rapianya.

tehnik scrible art biasa menggunakan pen tool sebagai alatnya dan seperti halnya wpap tehnik ini juga memerlukan kejelian antara gelap dan terang.

3. Flat Design

Source: uxplanet.org

Flat yang berarti datar, desain yang satu ini sekarang menunjukan eksistensinya didunia desian grafis, dengan gayanya yang simple flat desain banyak digunakan pada produk – produk terkenal. Ciri dari flat desain yakni menhilangkan segala effect seperti gradasi, bayangan, glossi dan lain-lain sehingga terjadi bentuk flat (datar) simple dan perpaduan warna yang enka untuk dipandang.

4. Typografi

Source: karya-berecrita.blogspot

Typografi merupakan seni memilih dan menata huruf atau jenis huruf sehingga menciptakan kesan tertentu. typografi sangat penting didunia desain grafis karena dengan mengenal typografi seorang desainer mampu mengungkapkan hasil pemikiranya lewat sebuah text. Namun typografi tak hanya digunakan dengan fungsi penyampaian saja, tetapi juga ada yang menggunakan sebagai seni.

5. Vintage Design

Source: freepik

Vintage design dilihat dari segi maknanya yaitu tahun tempo, seni ini menonjolkan desain zaman tempo dulu dan warna yang lebih kalem, dengan pemilihan font yang agak jadul. Namun dengan perkembangannya vintage desain ini lambat laun berubah mengikuti tren, pemilihan fonya pun tak sedikit yang menggunakan font modern. lebih jelasnya berikut gambar contoh vintage design.

6. Vector / Vixel

Source: GoodFon

Istilah Vector sebenarnya adalah jenis gambar yang dihasilkan oleh software grafis seperti corelDraw, adobe ilustrator dlsb. Namun istilah vector ini digunakan sebagai teknik mengartunkan sebuah objek seperti wajah, benda, ataupun hewan. Lalu apa vixel itu? istilah vixel sebenarnya diambil dari kata vector tapi gambar yang dihasilkan berbasis bitmap pada umumnya dihasilkan oleh sebuah program seperti photoshop.

7. Low Poly

Source: behance.net

Low Poly merupakan polygonal pada desain 3D yang menjadi beberapa poligonal kecil. Jika dilihat lebih detail low poly art ini kumpulan dari beberapa flat yang saling menyatu sehingga menghasilkan kesan benda yang dimaksud.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *